Habis Gelap... Masih Terlelap...?

Posted by sunariyo Kamis, 21 April 2011 0 komentar
Telah terdengar kokokan ayam yang saling bersahut-sahut, bahkan adzan pun telah berkumandang, walau dengan suara yang pelan dan serak. Bagaimana tidak? Kebanyakan dari Masjid, bahkan Masjid-Masjid besar sekalipun, hanya berisi segelintir orang, itupun orang-orang yang telah lanjut usia. Jelas saja jika suara adzan terdengar seperti itu, bahkan dari Shubuh, Dzuhur, Ashar, Maghrib, hingga Isya’, suara yang terdengar ya itu-itu saja, dengan suara yang sudah cukup renta.


===READ MORE==>>

Habis Gelap... Masih Terlelap...?

Posted by sunariyo 0 komentar
Telah terdengar kokokan ayam yang saling bersahut-sahut, bahkan adzan pun telah berkumandang, walau dengan suara yang pelan dan serak. Bagaimana tidak? Kebanyakan dari Masjid, bahkan Masjid-Masjid besar sekalipun, hanya berisi segelintir orang, itupun orang-orang yang telah lanjut usia. Jelas saja jika suara adzan terdengar seperti itu, bahkan dari Shubuh, Dzuhur, Ashar, Maghrib, hingga Isya’, suara yang terdengar ya itu-itu saja, dengan suara yang sudah cukup renta.


===READ MORE==>>

Semakin Dilarang, Semakin Datang

Posted by sunariyo Rabu, 20 April 2011 0 komentar
Yah, seperti judulnya, itulah uniknya orang Indonesia, hmmm…. tapi juga mungkin bukan hanya orang Indonesia, atau lebih tepatnya manusia secara keseluruhan. Semakin larangan itu ditekankan, malah membuat semakin banyak yang melakukan.
Jika dilarang buang sampah sembarangan, maka semakin banyak tempat sampah dadakan. Jika dilarang mengotori sungai, maka sungai akan penuh dengan hiasan. Jika terdapat tulisan dilarang kencing disini, maka dipinggir tempat itu akan menjadi pemandian air hangat. Jika dilarang parkir di depan gerbang, maka gerbang akan melayang. Jika dilarang ngebut di jalan, maka akan semakin banyak pemain acrobat jalanan. Jika dilarang mendahului kendaraan lain, maka akan semakin banyak pembalap liar. Jika dilarang terjun ke dalam sumur, maka semakin banyak…… (eh, gak taw dech).


===READ MORE==>>

Semakin Dilarang, Semakin Datang

Posted by sunariyo 0 komentar
Yah, seperti judulnya, itulah uniknya orang Indonesia, hmmm…. tapi juga mungkin bukan hanya orang Indonesia, atau lebih tepatnya manusia secara keseluruhan. Semakin larangan itu ditekankan, malah membuat semakin banyak yang melakukan.
Jika dilarang buang sampah sembarangan, maka semakin banyak tempat sampah dadakan. Jika dilarang mengotori sungai, maka sungai akan penuh dengan hiasan. Jika terdapat tulisan dilarang kencing disini, maka dipinggir tempat itu akan menjadi pemandian air hangat. Jika dilarang parkir di depan gerbang, maka gerbang akan melayang. Jika dilarang ngebut di jalan, maka akan semakin banyak pemain acrobat jalanan. Jika dilarang mendahului kendaraan lain, maka akan semakin banyak pembalap liar. Jika dilarang terjun ke dalam sumur, maka semakin banyak…… (eh, gak taw dech).


===READ MORE==>>

Oh, Mimpi... Kemana Engkau?

Posted by sunariyo Senin, 18 April 2011 0 komentar

Seharian ini lelah sekali rasanya. Kini telah larut malam, ingin ku beristirahat sejenak saja. Uh, tapi mataku tak mau diajak kompromi. Ku telah mengguling-guling selama setengah jam, hingga jarum jam telah menunjukkan tengah malam. Namun tubuh ini tak juga kehilangan kesadarannya. Bahkan, ku telah menenggelamkan tubuh ini ke dalam tumpukan bantal. Namun tak juga membuahkan hasil. Kini ku benar-benar telah lelah. Ku pasrahkan saja tubuh ini terdiam, dan termenung memikirkan kejadian-kejadian hari ini. Banyak sekali kejadian-kejadian yang aneh tapi juga lucu dan menggembirakan. Tersenyum sendiri memikirkan diri sendiri. Hanya itu yang dapat kulakukan saat ini. Entahlah, apa saja yang terpikirkan olehku. Terus saja terbayang hal-hal yang aneh, hingga... uh... entahlah tak teringat lagi...


===READ MORE==>>

Oh, Mimpi... Kemana Engkau?

Posted by sunariyo 0 komentar

Seharian ini lelah sekali rasanya. Kini telah larut malam, ingin ku beristirahat sejenak saja. Uh, tapi mataku tak mau diajak kompromi. Ku telah mengguling-guling selama setengah jam, hingga jarum jam telah menunjukkan tengah malam. Namun tubuh ini tak juga kehilangan kesadarannya. Bahkan, ku telah menenggelamkan tubuh ini ke dalam tumpukan bantal. Namun tak juga membuahkan hasil. Kini ku benar-benar telah lelah. Ku pasrahkan saja tubuh ini terdiam, dan termenung memikirkan kejadian-kejadian hari ini. Banyak sekali kejadian-kejadian yang aneh tapi juga lucu dan menggembirakan. Tersenyum sendiri memikirkan diri sendiri. Hanya itu yang dapat kulakukan saat ini. Entahlah, apa saja yang terpikirkan olehku. Terus saja terbayang hal-hal yang aneh, hingga... uh... entahlah tak teringat lagi...


===READ MORE==>>

Air Mata Rosulullah

Posted by sunariyo Selasa, 22 Maret 2011 0 komentar
Tiba-tiba dari luar pintu terdengar seorang yang berseru mengucapkan salam, “Bolehkah saya masuk?”, tanyanya. Tapi Fatimah tidak mengizinkannya masuk, “Maafkanlah, ayahku sedang demam”, kata Fatimah sambil membalikkan badan dan menutup pintu. Kemudian ia kembali menemani ayahnya yang ternyata sudah membuka mata dan bertanya kepada Fatimah, “Siapakah itu wahai anakku ?” “Tak tahulah ayahku, orang itu sepertinya baru sekali ini aku melihatnya”, tutur Fatimah lembut.

Lalu Rasulullah menatap puterinya itu dengan pandangan yang menggetarkan. Seolah-olah bagian demi bagian wajah anaknya itu hendak dikenang. “Ketahuilah, dialah yang menghapuskan kenikmatan sementara, dialah yang memisahkan pertemuan dunia, <span>dialah malaikat maut</span>”, kata Rasulullah. Fatimahpun menahan ledakan tangisnya. Malaikat maut datang menghampiri, tapi Rasulullah menanyakan kenapa Jibril tidak ikut bersama menyertainya.

===READ MORE==>>
Ping your blog, website, or RSS feed for Free